1. Sebutkan dan jelaskan aliansi perdagangan regional yang saudara
ketahui, dan apa maksud tujuan dengan dibentuknya aliansi-
aliansi perdagangan tersebut.

=>  a. ASEAN
ASEAN (Association of South East Asian Nations) yang berarti
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara merupakan organisasi regional
yang dibentuk oleh wakil lima negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu:
·    Adam Malik (Indonesia)
·    Tun Abdul Razak (Malaysia)
·    Thanat Khoman (Thailand),
·    Rajaratnam (Singapura),
·    Narcisco Ramos (Filipina).
Maksud dan tujuan dibentuknya ASEAN antara lain, sebagai
berikut:
1. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta
mengembangkan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama
dalam semangat kebersamaan dan persahabatan untuk memperkokoh
landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang
sejahtera dan damai.
2. Untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan
jalan menghormati keadilan dan ketertiban hukum dalam hubungan
antarnegara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam
PBB.
3. Untuk meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu
dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang
ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4. Untuk saling memberi bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan
penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik dan
administrasi.
5. Untuk bekerja sama secara lebih efektif guna meningkatkan
pemanfaatan pertanian dan industri, perluasan perdagangan dan
pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, perbaikan
sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi serta taraf hidup
rakyatnya.
6. Untuk memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan
organisasi-organisai internasional dan regional dengan tujuan
serupa yang ada dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk
saling bekerja sama secara erat di antara mereka sendiri.

b. MEE atau EEC
MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) didirikan pada tahun 1957
berdasarkan perjanjian antarnegara Eropa Barat di Roma-Italia.
MEE mengadakan kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara
ASEAN termasuk Indonesia. Pada tanggal 4 April 1977 diselenggarakan
konferensi di Brussel antara MEE dengan ASEAN untuk membahas kerja
sama.
Tujuan MEE yang sekarang dikenal dengan istilah Pasaran Bersama
Eropa (PBE) adalah sebagai berikut:
1) Memperoleh perkembangan yang harmonis dalam kegiatan ekonomi
antarnegara-negara anggota.
2) Meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya negara-negara
anggota.
3) Mempererat kerja sama ekonomi pada anggota-anggota MEE.

c. APEC
APEC merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia
Pasifik yang beranggotakan 18 negara di dunia. Didirikan
pada tahun 1989 dan hingga kini telah beberapa kali bersidang. Dalam
pertemuan kedua para pemimpin negara-negara APEC di Bogor (Indonesia)
pada November 1994 dicetuskan deklarasi yang kemudian populer disebut
Deklarasi Bogor yang terdiri atas sebelas butir pernyataan. Salah
satu butir penting dalam deklarasi itu menyatakan bahwa di antara
negara-negara anggota APEC akan diberlakukan suatu sistem yang
disebut perdagangan bebas. Perdagangan bebas akan diberlakukan dalam
dua tahap, yakni diterapkan pada tahun 2010 di kalangan negara-negara
maju anggota APEC dan untuk negara-negara yang masih berkembang
diterapkan pada tahun 2020. Dalam pertemuan ketiga APEC di Osaka
(Jepang) disepakati bahwa perdagangan bebas tersebut akan
diberlakukan untuk semua sektor perdagangan.
Tujuan pokok APEC adalah melakukan liberalisasi perdagangan dan
investasi, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan
kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Anggota APEC adalah:
Australia, Indonesia, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Jepang,
Filipina, Kanada, Korea Selatan, Singapura, Cili, Malaysia, Taiwan,
Cina, Meksiko, Thailand, Peru, Rusia, Vietnam, Selandia Baru, dan
Amerika Serikat.

2. Beberapa pendekatan digunakan oleh para manajer untuk mengelola
perusahaan di lingkungan global. Sebutkan dan jelaskan
pendekatan yang digunakan untuk mengelola bisnis global
tersebut.

=>  a. Mengekspor produk ke luar negeri atau mengimpor produk dari
luar negeri.
b. Mempekerjakan perwakilan asing atau melakukan perjanjian
bidang pabrikan di luar negeri.
c. Pemberian lisensi/waralaba, merupakan perjanjian dimana
organisasi memberikan kepada perusahaan lain hak penuh atas
teknologi, merek dan spesifikasi produk perusahaan dan mendapat
imbalan berupa pembayaran sejumlah uang dan uang jasa.
d. Aliansi strategis, merupakan pendekatan kemitraan antara
organisasi tertentu dengan perusahaan asing dimana keduanya berbagi
sumber daya dan pengetahuan.
e. Usaha patungan, merupakan aliansi strategi tertentu dimana
rekannya setuju untuk membentuk organisasi yang terpisah dan
independen untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
f. Anak perusahaan luar negeri, pendekatan dengan investasi
langsung di negara asing dengan mencirikan fasilitas produksi atau
kantor yang terpisah atau independen.

3. Dalam mengelola perusahaan di lingkungan global terdapat
lingkungan yang harus dipahami oleh para manajer global.
Sebutkan dan jelaskan lingkungan yang harus dipelajari dan
dipahami tersebut.

=>  a. Lingkungan input, yaitu lingkungan sebelum terjadinya proses
tranformasi, yang meliputi: bahan mentah, informasi, manusia, dan
keuangan.
b. Lingkungan output, yaitu lingkungan sesudah terjadinya proses
transformasi, yang meliputi: kepuasan karyawan, keuntungan, dan
produk/jasa.

4. Menurut saudara apakah negara kita sudah siap untuk bergabung
dalam kelompok AFTA? Jelaskan.

=> ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari
negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan
dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN
dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta
menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.
AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN
ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan. ASEAN
FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-
negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam
rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan
menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam
waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003,
dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.
Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade
Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA
melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan
kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.
Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya
kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi
Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines,
Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam
pada tahun 2015.
Menurut saya untuk saat ini Indonesia “belum siap” untuk
bergabung dalam kelompok AFTA, hal itu dikarenakan:
1. kontribusi Indonesia dalam ekspor barang. Data terakhir dari
Bank Dunia tahun 2000 menunjukkan bahwa dalam ekspor barang,
Indonesia berada pada posisi ke-26 dengan pangsa pasar dunianya
hanya kurang dari 1%. Sedangkan Cina menduduki posisi teratas
dari kelompok negara-negara Asia dengan sahamnya hampir mencapai
4%. Negara-negara Asia lainnya yang berada di atas Indonesia
adalah Cina, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia dan
Thailand. Di dalam kelompok Asean, kontribusi Indoensia dalam
ekspor barang juga sangat kecil. Tahun 1990, pangsanya di dalam
total ekspor dari 10 negara anggota (Asean 10) hanya 9,4 persen.
2. menyangkut daya saing global Indonesia. Menurut The World
Competitiveness Report 2001 dari World Economic Forum
disebutkan, dari 49 negara yang disurvai, Indonesia berada di
peringkat paling rendah. Ini berarti, daya saing Indonesia
semakin memburuk jika dibandingkan tahun 2000 yang berada pada
peringkat 44 dan peringkat 37 pada tahun 1999. Sebagai
perbandingan, AS berada pada peringkat paling tinggi dan dari
negara-negara di Asia yang disurvai, Singapura dan Hongkong
masuk ke dalam lima besar dengan tingkat daya saing yang tinggi.
Namun Nampaknya bukan hanya dunia usaha nasional yang tidak (belum?)
siap menghadapi AFTA. Namun, dunia usaha dari seluruh negara anggota
ASEAN –yang notabene adalah peserta AFTA—mengaku tidak siap bersaing
dalam era perdagangan bebas ASEAN.

PERUSAHAAN MCDONALDS
Pendekatan yang digunakan adalah pemberian lisensi/waralaba.
Pemberian lisensi/waralaba, adalah merupakan perjanjian dimana
organisasi memberikan kepada perusahaan lain hak penuh atas
teknologi, merek dan spesifikasi produk perusahaan dan mendapat
imbalan berupa pembayaran sejumlah uang dan uang jasa.
Pada mulanya sekitar tahun 1937, Dick dan Mac McDonald membuka
gerai hot dog dengan nama Airdrome di Arcadia, California. Kemudian
pada tahun 1940 mereka pindah ke ke San Bernardino, California dimana
mereka membuka restoran McDonald’s yang pertama. Menu pada waktu itu
terdiri dari 25 item dan kebanyakan berupa Barbecue. Restoran itu
menjadi populer diantara para remaja. Pada tahun 1948 mereka
berinovasi dengan menemukan sistem “Speedee Service System” yaitu
layanan cepat saji. Karena menu yang paling banyak mendatangkan
keuntungan adalah hamburger maka mereka memutuskan untuk menjual
hanya hamburger, milkshake dan french fries.
Pada tahun 1953 McDonald bersaudara memulai model bisnis
waralaba/franchise untuk restorannya. Dimana Neil Fox sebagai
pewaralaba pertama mereka. Pada tahun 1955 seorang bernama Ray Kroc
mendirikan “McDonald’s Systems, Inc.” sebagai sarana untuk menjual
bisnis waralaba McDonald. Dan pada tahun 1961 McDonald bersaudara
menjual business right kepada Ray Croc dengan royalti untuk McDonald
bersaudara sebesar 1% dari total penjualan. Bisnis waralaba McDonald
terus berkembang keseluruh dunia.
Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan
di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang
dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.
McDonald’s akan buka 175 restoran di China, restoran terbarunya
itu dibuka di Dongguan, provinsi Guangdong. Rencana 2009 akan
menciptakan 10.000 pekerja restoran dan 1.200 posisi manajer.

*Sumber data:
– www.mcdonalds.com
– http://id.wikipedia.org/wiki/McDonald’s

BERITA BINUS : BINUSIAN SIAP MENGHADAPI STRES MELALUI HYPNOTHERAPY

hana
BiNusian weblog
Organisasi dan Manajemen Dalam Lingkungan Global
Categories: Manajemen & Bisnis

1. Sebutkan dan jelaskan aliansi perdagangan regional yang saudara
ketahui, dan apa maksud tujuan dengan dibentuknya aliansi-
aliansi perdagangan tersebut.

=>  a. ASEAN
ASEAN (Association of South East Asian Nations) yang berarti
Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara merupakan organisasi regional
yang dibentuk oleh wakil lima negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu:
·    Adam Malik (Indonesia)
·    Tun Abdul Razak (Malaysia)
·    Thanat Khoman (Thailand),
·    Rajaratnam (Singapura),
·    Narcisco Ramos (Filipina).
Maksud dan tujuan dibentuknya ASEAN antara lain, sebagai
berikut:
1. Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta
mengembangkan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama
dalam semangat kebersamaan dan persahabatan untuk memperkokoh
landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang
sejahtera dan damai.
2. Untuk meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan
jalan menghormati keadilan dan ketertiban hukum dalam hubungan
antarnegara di kawasan ini serta mematuhi prinsip-prinsip Piagam
PBB.
3. Untuk meningkatkan kerja sama yang aktif dan saling membantu
dalam masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama di bidang
ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4. Untuk saling memberi bantuan dalam bentuk sarana pelatihan dan
penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesi, teknik dan
administrasi.
5. Untuk bekerja sama secara lebih efektif guna meningkatkan
pemanfaatan pertanian dan industri, perluasan perdagangan dan
pengkajian masalah-masalah komoditi internasional, perbaikan
sarana-sarana pengangkutan dan komunikasi serta taraf hidup
rakyatnya.
6. Untuk memelihara kerja sama yang erat dan berguna dengan
organisasi-organisai internasional dan regional dengan tujuan
serupa yang ada dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk
saling bekerja sama secara erat di antara mereka sendiri.

b. MEE atau EEC
MEE (Masyarakat Ekonomi Eropa) didirikan pada tahun 1957
berdasarkan perjanjian antarnegara Eropa Barat di Roma-Italia.
MEE mengadakan kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara
ASEAN termasuk Indonesia. Pada tanggal 4 April 1977 diselenggarakan
konferensi di Brussel antara MEE dengan ASEAN untuk membahas kerja
sama.
Tujuan MEE yang sekarang dikenal dengan istilah Pasaran Bersama
Eropa (PBE) adalah sebagai berikut:
1) Memperoleh perkembangan yang harmonis dalam kegiatan ekonomi
antarnegara-negara anggota.
2) Meningkatkan taraf hidup masyarakat khususnya negara-negara
anggota.
3) Mempererat kerja sama ekonomi pada anggota-anggota MEE.

c. APEC
APEC merupakan organisasi kerja sama regional di kawasan Asia
Pasifik yang beranggotakan 18 negara di dunia. Didirikan
pada tahun 1989 dan hingga kini telah beberapa kali bersidang. Dalam
pertemuan kedua para pemimpin negara-negara APEC di Bogor (Indonesia)
pada November 1994 dicetuskan deklarasi yang kemudian populer disebut
Deklarasi Bogor yang terdiri atas sebelas butir pernyataan. Salah
satu butir penting dalam deklarasi itu menyatakan bahwa di antara
negara-negara anggota APEC akan diberlakukan suatu sistem yang
disebut perdagangan bebas. Perdagangan bebas akan diberlakukan dalam
dua tahap, yakni diterapkan pada tahun 2010 di kalangan negara-negara
maju anggota APEC dan untuk negara-negara yang masih berkembang
diterapkan pada tahun 2020. Dalam pertemuan ketiga APEC di Osaka
(Jepang) disepakati bahwa perdagangan bebas tersebut akan
diberlakukan untuk semua sektor perdagangan.
Tujuan pokok APEC adalah melakukan liberalisasi perdagangan dan
investasi, serta meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan
kualitas sumber daya manusia untuk meningkatkan pembangunan dan
pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik. Anggota APEC adalah:
Australia, Indonesia, Papua Nugini, Brunei Darussalam, Jepang,
Filipina, Kanada, Korea Selatan, Singapura, Cili, Malaysia, Taiwan,
Cina, Meksiko, Thailand, Peru, Rusia, Vietnam, Selandia Baru, dan
Amerika Serikat.

2. Beberapa pendekatan digunakan oleh para manajer untuk mengelola
perusahaan di lingkungan global. Sebutkan dan jelaskan
pendekatan yang digunakan untuk mengelola bisnis global
tersebut.

=>  a. Mengekspor produk ke luar negeri atau mengimpor produk dari
luar negeri.
b. Mempekerjakan perwakilan asing atau melakukan perjanjian
bidang pabrikan di luar negeri.
c. Pemberian lisensi/waralaba, merupakan perjanjian dimana
organisasi memberikan kepada perusahaan lain hak penuh atas
teknologi, merek dan spesifikasi produk perusahaan dan mendapat
imbalan berupa pembayaran sejumlah uang dan uang jasa.
d. Aliansi strategis, merupakan pendekatan kemitraan antara
organisasi tertentu dengan perusahaan asing dimana keduanya berbagi
sumber daya dan pengetahuan.
e. Usaha patungan, merupakan aliansi strategi tertentu dimana
rekannya setuju untuk membentuk organisasi yang terpisah dan
independen untuk mencapai tujuan bisnis tertentu.
f. Anak perusahaan luar negeri, pendekatan dengan investasi
langsung di negara asing dengan mencirikan fasilitas produksi atau
kantor yang terpisah atau independen.

3. Dalam mengelola perusahaan di lingkungan global terdapat
lingkungan yang harus dipahami oleh para manajer global.
Sebutkan dan jelaskan lingkungan yang harus dipelajari dan
dipahami tersebut.

=>  a. Lingkungan input, yaitu lingkungan sebelum terjadinya proses
tranformasi, yang meliputi: bahan mentah, informasi, manusia, dan
keuangan.
b. Lingkungan output, yaitu lingkungan sesudah terjadinya proses
transformasi, yang meliputi: kepuasan karyawan, keuntungan, dan
produk/jasa.

4. Menurut saudara apakah negara kita sudah siap untuk bergabung
dalam kelompok AFTA? Jelaskan.

=> ASEAN Free Trade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari
negara-negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan
dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN
dengan menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia serta
menciptakan pasar regional bagi 500 juta penduduknya.
AFTA dibentuk pada waktu Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN
ke IV di Singapura tahun 1992. Awalnya AFTA ditargetkan. ASEAN
FreeTrade Area (AFTA) merupakan wujud dari kesepakatan dari negara-
negara ASEAN untuk membentuk suatu kawasan bebas perdagangan dalam
rangka meningkatkan daya saing ekonomi kawasan regional ASEAN dengan
menjadikan ASEAN sebagai basis produksi dunia akan dicapai dalam
waktu 15 tahun (1993-2008), kemudian dipercepat menjadi tahun 2003,
dan terakhir dipercepat lagi menjadi tahun 2002.
Skema Common Effective Preferential Tariffs For ASEAN Free Trade
Area ( CEPT-AFTA) merupakan suatu skema untuk 1 mewujudkan AFTA
melalui : penurunan tarif hingga menjadi 0-5%, penghapusan pembatasan
kwantitatif dan hambatan-hambatan non tarif lainnya.
Perkembangan terakhir yang terkait dengan AFTA adalah adanya
kesepakatan untuk menghapuskan semua bea masuk impor barang bagi
Brunai Darussalam pada tahun 2010, Indonesia, Malaysia, Philippines,
Singapura dan Thailand, dan bagi Cambodia, Laos, Myanmar dan Vietnam
pada tahun 2015.
Menurut saya untuk saat ini Indonesia “belum siap” untuk
bergabung dalam kelompok AFTA, hal itu dikarenakan:
1. kontribusi Indonesia dalam ekspor barang. Data terakhir dari
Bank Dunia tahun 2000 menunjukkan bahwa dalam ekspor barang,
Indonesia berada pada posisi ke-26 dengan pangsa pasar dunianya
hanya kurang dari 1%. Sedangkan Cina menduduki posisi teratas
dari kelompok negara-negara Asia dengan sahamnya hampir mencapai
4%. Negara-negara Asia lainnya yang berada di atas Indonesia
adalah Cina, Korea Selatan, Taiwan, Singapura, Malaysia dan
Thailand. Di dalam kelompok Asean, kontribusi Indoensia dalam
ekspor barang juga sangat kecil. Tahun 1990, pangsanya di dalam
total ekspor dari 10 negara anggota (Asean 10) hanya 9,4 persen.
2. menyangkut daya saing global Indonesia. Menurut The World
Competitiveness Report 2001 dari World Economic Forum
disebutkan, dari 49 negara yang disurvai, Indonesia berada di
peringkat paling rendah. Ini berarti, daya saing Indonesia
semakin memburuk jika dibandingkan tahun 2000 yang berada pada
peringkat 44 dan peringkat 37 pada tahun 1999. Sebagai
perbandingan, AS berada pada peringkat paling tinggi dan dari
negara-negara di Asia yang disurvai, Singapura dan Hongkong
masuk ke dalam lima besar dengan tingkat daya saing yang tinggi.
Namun Nampaknya bukan hanya dunia usaha nasional yang tidak (belum?)
siap menghadapi AFTA. Namun, dunia usaha dari seluruh negara anggota
ASEAN –yang notabene adalah peserta AFTA—mengaku tidak siap bersaing
dalam era perdagangan bebas ASEAN.

PERUSAHAAN MCDONALDS
Pendekatan yang digunakan adalah pemberian lisensi/waralaba.
Pemberian lisensi/waralaba, adalah merupakan perjanjian dimana
organisasi memberikan kepada perusahaan lain hak penuh atas
teknologi, merek dan spesifikasi produk perusahaan dan mendapat
imbalan berupa pembayaran sejumlah uang dan uang jasa.
Pada mulanya sekitar tahun 1937, Dick dan Mac McDonald membuka
gerai hot dog dengan nama Airdrome di Arcadia, California. Kemudian
pada tahun 1940 mereka pindah ke ke San Bernardino, California dimana
mereka membuka restoran McDonald’s yang pertama. Menu pada waktu itu
terdiri dari 25 item dan kebanyakan berupa Barbecue. Restoran itu
menjadi populer diantara para remaja. Pada tahun 1948 mereka
berinovasi dengan menemukan sistem “Speedee Service System” yaitu
layanan cepat saji. Karena menu yang paling banyak mendatangkan
keuntungan adalah hamburger maka mereka memutuskan untuk menjual
hanya hamburger, milkshake dan french fries.
Pada tahun 1953 McDonald bersaudara memulai model bisnis
waralaba/franchise untuk restorannya. Dimana Neil Fox sebagai
pewaralaba pertama mereka. Pada tahun 1955 seorang bernama Ray Kroc
mendirikan “McDonald’s Systems, Inc.” sebagai sarana untuk menjual
bisnis waralaba McDonald. Dan pada tahun 1961 McDonald bersaudara
menjual business right kepada Ray Croc dengan royalti untuk McDonald
bersaudara sebesar 1% dari total penjualan. Bisnis waralaba McDonald
terus berkembang keseluruh dunia.
Sampai pada tahun 2004, McDonald’s memiliki 30.000 rumah makan
di seluruh dunia dengan jumlah pengunjung rata-rata 50.000.000 orang
dan pengunjung per hari dan rumah makan 1.700 orang.
McDonald’s akan buka 175 restoran di China, restoran terbarunya
itu dibuka di Dongguan, provinsi Guangdong. Rencana 2009 akan
menciptakan 10.000 pekerja restoran dan 1.200 posisi manajer.

*Sumber data:
– www.mcdonalds.com
– http://id.wikipedia.org/wiki/McDonald’s

BERITA BINUS : Selamat Paskah 2014

Leave a Reply

*